Literatur Review: Pengaruh hypnosis lima jari terhadap penurunan Tingkat kecemasan
Keywords:
Kecemasan, Hypnosis Lima jari, Kesehatan mentalAbstract
Latar Belakang: Salah satu masalah psikososial yang banyak dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari adalah ansietas, kecemasan dapat dikatakan sebagai suatu kondisi mental yang tidak nyaman karena kekhawatiran terhadap penyakit yang diderita. Tenik hypnosis lima jari merupakan bagian dari hipnotis diri sendiri yang dilakukan menggunakan kekuatan pikiran dengan menggerakan tubuh untuk menyembuhkan diri dan memelihara kesehatan atau rileks melalui komunikasi dalam tubuh melibatkan semua indra meliputi sentuhan, penciuman, penglihatan, pendengaran. Tujuan dari tinjauan literatur ini untuk mengetahui pengaruh hypnosis lima jari dalam penurunan tingkat kecemasan. Metode: Pencarian literatur dilakukan dengan mengidentifikasi semua jenis artikel mengenai hypnosis lima jari terhadap kecamasan. Database elektronik yang digunakan adalah Google scholar, PubMed, Crossref dan Research Gate dengan strategi pencarian menggunakan PICO (Patient, intervention, comparison and outcome). Kata kunci yang digunakan dalam pencarian literatur merupakan penggabungan kata kunci sebagai berikut: Five Finger Hypnosis Therapy AND Anxiety, dan Hypnosis lima jari AND kecemasan. Hasil: Literatur reviuew ini merupakan 10 artikel yang membahas pengaruh hypnosis lima jari terhadap penurunan kecemasan, hasil penelitian yang di telaah ditemukan bahwa pemberian terapi hipnosis lima jari berpengaruh secara signifikan dalam mengurangi ansietas. Kesimpulan: Terapi relaksasi hipnotis lima jari dapat direkomendasikan untuk diterapkan sebagai intervensi keperawatan untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan dalam menangani klien diabetes mellitus dengan kecemasan. Terapi hipnotis lima jari merupakan suatu cara relaksasi yang menggunakan kekuatan pikiran. Teknik ini dimulai dengan proses relaksasi pada umunya yaitu meminta kepada klien untuk perlahanlahan menutup matanya dan menarik napas dalam dan perlahan untuk menimbulkan relaksasi. Kemudian pasien didorong untuk relaksasi mengosongkan pikiran, sehingga pikiran-pikiran yang sedang dipikirkan untuk sementara dihilangkan dan pasien dapat fokus terhadap bayangan yang mereka pikirkan, dan mulailah pasien untuk memenuhi pikiran dengan bayangan yang menyenangkan dan dapat dinikmati.


